Puisi Remaja dengan Cinta dan Rindu yang Usang

Pengertian Remaja adalah masa dimana manusia memasuki usia 10 - 19 tahun. Masa di mana seseorang muncul rasa ketertarikan dan benih-benih romansa antar lawan jenis. Ada beberapa fase yang dilewati manusia saat merasakan jatuh cinta. Bahagia adalah bonus untuknya. Patah hati ialah salah satu bentuk konsekuensi yang harus siap untuk diterima olehnya. Namanya manusia, suka duka pasti telah kita lewati semua.

Cinta adalah salah satu bentuk emosi yang timbul dalam diri manusia. Cinta ini mewakili rasa belas kasih dan sayang yang timbul untuk orang lain. Jatuh cinta adalah hak semua insan manusia, bahagia adalah bonus baginya dan patah hati ialah konsekuensi yang harus diterima. Cinta identik dengan rindu. Bagi beberapa orang berasumsi bahwa ketemu itu obatnya rindu. Nyatanya, tidak semua rindu sembuh dengan bertemu. 

Cinta itu hal yang suci dan lumrah untuk kita jaga. Tetapi, sekuat apa kita menjaga nyatanya kalau takdir tidak berpihak maka pisah adalah jalan terbaik. Nyesak rasanya berpisah dengan orang yang kita cintai. Pilihan menyulitkan yang selalu menyudutkan di kepala. Bertahan dengan luka atau berpisah meninggalkan siksa di dada? Tidak ada yang bisa kita pilih dari keduanya. Semua sama sama meninggalkan lara.

Disini, penulis membuat puisi tentang Cinta dan Rindu yang Usang..

Tetap semangat untuk para pejuang halal, yang masih berjuang untuk mendapatkan Cinta dan Bahagia untuk hidupnya 💓

Cinta dan Rindu yang Usang

By : Intan Dwi Lestari


Teruntuk kalian yang punya cinta

Cinta.. satu kata beribu makna

Hal yang lumrah bagi setiap insan

Cinta tak memandang derajat usia

Bahkan ia dapat menembus dinding kota

            Rindu.. rasa yang bersarang dalam kalbu

            Jauh dari lubuk hatiku

            Seiring waktu, rasa ini semakin menggebu

            Membelenggu dalam jiwaku

Hari silih berganti

Dan kini aku mulai mengerti

Semua rasa yang kau beri

Bukanlah sesuatu yang tulus dari hati

            Cintaku padamu kini telah hilang

            Rindu terasa gersang

            Tiada lagi rasa sayang

Kau membuat sketsa hidup yang pilu

Hingga diri ini menangis sendu

Kini.. cinta dan rindu telah usang

Puing kenangan.. harus aku lupakan

Meski menyakitkan.. aku harus memaafkan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kunci Jawaban Topik : Implementasi Perencanaan untuk Pendidikan Berkualitas

Semangat Guru 2: Kompetensi Nonteknis Kurikulum Merdeka [Kemitraan dengan HP Indonesia dan V&V Communications]

PROPOSAL PESANTREN KILAT GEBYAR RAMADHAN 1444 H